matematika Fantastic

Assalammu'alaikum..selamat datang-di mrzane9.blogspot.com-mahalnya.sebuah.kejujuran- matematika menyenangkan ---bagi kelas 6 SD/MI -kelas 9 SMP/MTs--kelas 12 SMA/MA--selamat mengikuti pelajaran thn. 2013/2014--semoga sukses dan senang dengan sekolah pilihannya..insya Allah

Selasa, 24 Januari 2012

PTK Matematika


PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF
UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN
MATERI BILANGAN BULAT BAGI SISWA KELAS VII
MTs.ANDALUSIA DOLOK MARAJA
TAHUN  PELAJARAN 2012/2013















OLEH
M .ZAINI, S.Pd
NIP. 196706152005011006











MTs.ANDALUSIA DOLOK MARAJA
KECAMATAN TAPIAN DOLOK
KABUPATEN SIMALUNGUN
2012

HALAMAN PENGESAHAN

JUDUL
PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF
UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN
MATERI BILANGAN BULAT BAGI SISWA KELAS VII
MTs.ANDALUSIA DOLOK MARAJA
TAHUN  PELAJARAN 2012/2013

BIDANG KAJIAN.
Bidang kajian penelitian ini adalah “ Strategi dan Metode Pengajaran dalam Pembelajaran di Kelas “ yiatu pengajaran yang efektif untuk mengajarkan materi Bilangan Bulat dalam kelas VII MTs.Andalusia

PENELITI
a.    Peneliti        : M, Zaini , S.Pd
b.    Jenis Kelamin    : Laki-laki
c.    Pangkat / Gol / NIP    : Penata Tk.I/III.C/196706152005011006
d.    Mata Pelajaran    : Matematika
e.    Asal Sekolah    : MTs.Andalusia

ANGGOTA PENELITI
a.    Anggota Peneliti    : Hendri Sahputra hutapea S.Pd
b.    Jenis Kelamin     : Lkai-laki
c.    Pangkat / Gol / NIP    :
d.    Mata Pelajaran    : Matematika
e.    Sekolah        : MTs.Andalusia
LAMA PENELITIAN
Penelitian ini diperkirakan memerlukan waktu 4 bulan diawali bulan Nopember tahun 2010 sampai dengan Pebruari tahun 2011

Pembimbing                    Peneliti


Drs.Abdul Haris Effendi                M . Zaini , S.Pd

Kepala MTs.Andalusia                            Petugas Perpustakaan
                            MTs.Andalusia


  Supratman, S.Ag           
NIP.                                           Pustakawan MTs.Andalusia

ABSTRAKSI
M.Zaini,S.Pd “PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATERI BILANGAN BULAT BAGI SISWA KELAS VII MTs.ANDALUSIA TAHUN  PELAJARAN 2012/2013’’

Penelitian ini bertujuan  untuk mencari suatu strategi pembelajaran yang efektif dan Efisien dalam mengajarkan materi Bilangan bulat bagi siswa kelasVII MTs.Andalusia dengan cara mengaktifkan siswa pada pembelajarann. Strategi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan , pelaksanaan , observasi dan refleksi. Sedang untuk  mengaktifkan siswa dalam penelitian ini , peneliti menggunakan lembar kerja yang diberikan kepada siswa dalam kelompok besar dan kelompok kecil.
Yang menjadi subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VII MTs.Andalusia sedang objeknya adalah pembelajaran materi Bilangan bulat pada mata pelajaran Matematika yang diajarkan dengan cara mengaktifkan siswa dalam kelompok kecil dan kelompok besar.
Dari penelitian yang diadakan dengan meneliti kondisi awal siswa yang diukur dengan alat tes tertulis dan hasil penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus terlihat adanya peningkatan hasil yang dicapai siswa dalam menguasai materi logaritma yang diberikan. Peningkatan penguasaan materi ini mulai dari siklus I siswa dapat meningkat sebesar 28 % dari kondisi awal sedang dari kondisi di siklus I setelah dilakukan tindakan pada siklus II meningkat sebear 30 %.
Dari Hasil penelitian tindakan kelas ini maka peneliti merekomendasikan pada pengambil jabatan ataupun pelaksana pembelajaran dalam hal ini yaitu pengajar untuk mengajarkan materi pembelajaran dalam kelompok kecil dan dengan tehnik mengaktifkan siswa .

Keyword
1.    Pembelajaran Aktif.
2.    Pembelajaran Efektif.
3.    Bilangan bulat

KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat , taufik dan hidayah-NYA sehingga kami dapat menyelesaikan penelitian hingga menyelesaikan laporan ini.
Pelaksanaan penelitian ini dapat berjalan dengan lancar berkat bantuan dari berbagai fihak. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.    Kepala MTs.Andalusia yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengadakan penelitian ini.
2.    Drs.Abdul Haris Effendi  yang telah banyak mengarahkan dan membimbing sehingga kami dapat menyelesaikan penelitian dan laporan ini.
3.    Para guru MTs.Andalusia yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan tindakan penelitian ini
4.    Para siswa kelas VII MTs.Andalusia yang menjadi subjek penelitian ini dan berpartisipasi aktif selama pelaksanaan tindakan.
5.    semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan penelitian ini
Semoga amal baik semua pihak diatas mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.
Pada laporan penelitian ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya kemampuan peneliti, oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat peneliti harapkan, guna perbaikan kemudian
                            Dolok Maraja, 2012

DAFTAR ISI
Halaman Judul      i   
Halaman Pengesahan     ii
Abstraksi     iii
Kata Pengantar     iv
Daftar Isi     v
Daftar Gambar     vi
Daftar Lampiran    vii
BAB I     PENDAHULUAN.
A.    Latar Belakang.       1
B.    Rumusan Masalah      2
C.    Tujuan Penelitian      2
D.    Manfaat Penelitian      3
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.    Kajian Teori       4
1.    Strategi Belajar dan Mengajar       4
2.    Strategi Pembelajaran Aktif       5
3.    Pembelajaran Efektif     21
4.    Hasil Belajar Matematika     24
B.    Hasil Penelitian yang Relevan     26
C.    Kerangka Pemikiran     26
D.    Hipotesis Tindakan     28

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
A.    Setting Penelitian.    29
B.    Subjek Penelitian    29
C.    Tehnik dan Alat Pengumpul Data    30
D.    Validasi Data    31
E.    Indikator Keberhasilan    31
F.    Prosedur Penelitian Tiap Siklus    32
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.
A    Diskripsi Awal     36
B    Diskripsi Siklus I     39
C    Diskripsi Siklus II     44
D    Diskripsi antar Siklus     47
E    Pembahasan dan Kesimpulan     48
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A    Kesimpulan     49
B    Saran     50
DAFTAR PUSTAKA     51
LAMPIRAN     52   

DAFTAR GAMBAR
Gambar                                    Halaman
1.    Diagram kerangka berfikir     27
2.    Situasi pembelajaran dengan metode ceramah oleh Guru     37
3.    Situasi siswa dalam mengerjakan lembar kerja kelompok besar     41
4.    Situasi pengerjaan lembar kerja pada kelompok kecil     45

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran                                                                                                        Halaman
1.    Silabus materi bentuk Bilangan bulat    52
2.    Rencana pelaksanaan pembelajaran 1     53
3.    Lembar kerja siswa  1     55
4.    Pembahasan lembar kerja 1     57
5.    Soal Post Test  ke 1     59
6.    Rencana pelaksanaan pembelajaran 2     61
7.    Lembar kerja siswa 2     63
8.    Pembahasan lembar kerja siswa 2     65
9.    Soal Post Test ke 2     67
10.    Nilai hasil post test dari kondisi awal hingga siklus II     68
11.    Nilai hasil pekembangan penguasaan kompetensi dasar     69









BAB I
PENDAHULUAN

A    Latar Belakang.
Pada tahun pelajaran 2012/2013AA sekarang ini MTs.Andalusia mengadakan program khusus yaitu les tambahan belajar sore yang merupakan program rintisan ,sehingga pada pelaksanaan pengajaran yang dilakukan perlu adanya penelitian  agar didapatkan  pengajaran yang paling efektif untuk digunakan baik pada kesempatan yang sekarang maupun yang akan datang.
Pada kesempatan ini peneliti mengadakan penelitian tentang rendahnya penguasaan siswa pada materi Bilangan bulat , dan yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah tidak efektifnya pengajaran yang dilakukan oleh guru dalam mengajarkan materi Bilangan bulat tersebut.
Tidak efektifnya pengajaran yang dilakukan guru tersebut diduga akibat kurang tepatnya guru dalam menggunakan strategi pembelajaran.  Hal ini ditandai adanya kecenderungan guru dalam mengajarkan materi tersebut dengan metode ceramah secara klasikal.
 Dilandasi keinginan untuk mencari strategi pembelajaran yang tepat dan efisien untuk meningkatkan hasil nilai penguasaan materi Bilangan bulat dari siswa program les sore MTs.Andalusia inilah, maka  peneliti merasa perlu mengadakan penelitian tindakan kelas ini.
Peningkatan hasil belajar pada materi Bilangan bulat dan efektifitas pembelajaran yang diharapkan oleh peneliti adalah dengan langkah mengarahkan pembelajaran siswa aktif secara kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.  Selain harapan yang telah disampaikan di atas  penelitian ini  diharapkan dapat merubah paradigma guru dalam melakukan pembelajaran dari  guru sebagai pusat belajar  agar beralih ke siswa.
Guna mewujudkan harapan yang diinginkan oleh peneliti seperti di atas maka peneliti menerapkan strategi pembelajaran aktif dengan menggunakan teknik pembelajaran kelompok besar dan pembelajaran kelompok kecil
B    Rumusan Masalah.
Rumusan masalah yang akan dikaji pada penelitian ini adalah :
1    Apakah melalui strategi pembelajaran aktif  dapat meningkatkan penguasaan materi Bilangan bulat bagi siswa kelas VII program les sore di MTs.Andalusia Dolok Maraja ?
2    Apakah strategi pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan materi logaritma bagi siswa kelas VII program les sore di MTs.Andalusia ?
C    Tujuan Penelitian.
Tujuan dari pada penelitian yang dilakukan pada kelas VII program les sore di MTs.Andalusia ini adalah :
1    Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan materi Bilangan bulat bagi siswa kelas VII program les sore
2    Mencari pengajaran yang efektif untuk mengajarkan materi Bilangan bulat bagi siswa kelas VII di MTs.Andalusia  program Les sore
3    Meningkatkan penguasaan materi Bilangan bulat bagi siwa kelas VII program Les sore di MTs.Andalusia tahun pelajaran 2012/2013 dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif.
D    Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian yang dilakukan ini adalah :
1.    siswa dapat meningkatkan penguasaan materi Bilangan bulat  melalui strategi pembelajaran aktif.
2.    siswa dapat mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penguasaan materi Bilangan bulat tersebut dengan secara aktif  dalam pembelajaran.
3.    guru mendapatkan suatu strategi pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan materi Bilangan bulat bagi siswa kelas VII program Les sore di MTs.Andalsuia.











BAB II
KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A    Kajian Teori
1    Strategi Belajar dan Mengajar.
    Pada setiap pengajaran ada tujuan yang harus dicapai dan untuk pencapaian tujuan tersebut kita perlu menyampaikan topik – topik yang  didalamnya ada konsep – konsep yang harus sampai pada siswa, dan untuk itu diperlukan pendekatan tertentu seperti pemecahan masalah , latiahan soal , latih – hafal dan mungkin dengan pendekatan yang lainnya.
    Andi Hakim Nasution ( 1988 : 243 ) menyatakan bahwa dalam suatu pengajaran yang berkaitan dengan suatu materi kurikulum tertentu prinsip keterlaksanaan dipenggaruhi oleh empat komponen pokok yaitu pembawa materi , penyaji materi , pendekatan dan penerima materi. Pengaturan materi kurikulum tersebut dinamakan strategi belajar mengajar.
    Pada pengajaran matematika sampai sekarang ini masih menggunakan strategi belajar mengajar langsung dan sempit. Maksudnya adlah materi pelajaran yang dibawakan guru itu sempit ( dikumpulkan oleh guru itu sendiri ) , penyajinya guru itu sendiri pendekatan yang digunakan deduktif dan siswa yang menerimanya adalah kelompok besar, padahal bila dilihat dari kombinasi yang ada dalam strategi pembelajaran paling tidak ada 81 kombinasi yang dapat dilaksanakan dalam pengajaran.



2    Strategi Pembelajaran Aktif
a.    Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif
    Strategi merupakan istilah lain dari pendekatan, metode atau cara. Di dalam kepustakaan pendidikan istilah-istilah tersebut di atas sering digunakan secara bergantian. Menurut Udin S. Winataputra & Tita Rosita ( 1995: 124) istilah strategi secara harfiah adalah akal atau siasat. Sedangkan strategi pembelajaran diartikan sebagai urutan langkah atau prosedur yang digunakan guru untuk membawa siswa dalam suasana tertentu untuk mencapai tujuan belajarnya.
Sedangkan pembelajaran aktif menurut Hisyam Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani (2007:xvi) adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif. Ketika peserta didik belajar dengan aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Di sisi lain, Silberman (2006:35-41) menyatakan lingkungan fisik dalam kelas dapat mendukung atau menghambat kegiatan belajar aktif. Sehingga dari pernyataan tersebut perlengkapan kelas perlu disusun ulang untuk menciptakan formasi tertentu yang sesuai dengan kondisi belajar siswa. Namun begitu  di tidak ada satu susunan atau tata letak yang mutlak ideal, namun ada banyak pilihan yang tersedia. Sepuluh kemungkinan susunan tata letak meja dan kursi yang disarankan sebagai berikut: bentuk U, gaya tim, meja konferensi, lingkaran, kelompok pada kelompok, ruang kerja, pengelompokan berpencar, formasi tanda pangkat, ruang kelas tradisional, auditorium. Sejalan dengan pendapat tersebut, Syamsu Mappa dan Anisa Basleman (1994:46) menyatakan penggunaan meja, kursi dan papan tulis berroda lebih memungkinkan berlangsungnya proses interaksi belajar dan membelajarkan yang bergairah.
Aktifitas siswa belajar di kelas terwujud bila terjadi interaksi antar warga kelas.  Boakes dalam Mar’at (1984:110) menyatakan bahwa di dalam interaksi ada aktifitas yang bersifat resiprokal (timbal balik) dan berdasarkan atas kebutuhan bersama, ada aktifitas daripada pengungkapan perasaan, dan ada hubungan untuk tukar-menukar pengetahuan yang didasarkan take and give, yang semuanya dinyatakan dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan. Lebih lanjut, Syamsu Mappa dan Anisa Basleman (1994:46) menyatakan hubungan timbal balik antar warga kelas yang harmonis dapat merangsang terwujudnya masyarakat kelas yang gemar belajar. Dengan demikian, upaya mengaktifkan siswa belajar dapat dilakukan dengan mengupayakan timbulnya interaksi yang harmonis antar warga di dalam kelas. Interaksi ini akan terjadi bila setiap warga kelas melihat dan merasakan bahwa kegiatan belajar tersebut sebagai sarana memenuhi kebutuhannya. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, berdasarkan teori kebutuhan Maslow, Silberman (2006:30) menyatakan kebutuhan akan rasa aman harus dipenuhi sebelum bisa dipenuhinya kebutuhan untuk mencapai sesuatu, mengambil resiko, dan menggali hal-hal baru.
Dari pembahasan di atas, tip – tip dibawah ini dapat digunakan guru untuk mengarah pada strategi pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam  belajar:
1)    Selalu berpenampilan menarik dan penuh wibawa.
      Kesan pertama siswa saat bertemu gurunya adalah fisik dari guru tersebut. dengan penampilan yang menarik dan penuh wibawa akan membuat kesan yang positif dari siswa, sehingga dengan mudah guru akan dapat membawa siswa kedalam suasana belajar yang guru inginkan.
2)    Manfaatkan pertemuan pertama dengan siswa untuk perkenalan antar warga kelas, tunjukkan cara-cara belajar matematika yang baik, buatlah kesepakatan (kontrak) terkait norma-norma yang harus dipatuhi oleh warga kelas. 
3)    Buatlah formasi tata letak meja, kursi, pajangan dinding, dan perabot kelas yang lain sesuai dengan kesepakatan warga kelas dan kebutuhan. 
4)    Siapkan semua peralatan  yang akan digunakan di dalam ruang kelas sebelum memulai pembelajaran.
5)    Mulailah proses belajar mengajar dengan materi yang ringan  tetapi menantang yang dapat merangsang siswa turut aktif berfikir. Kemudian masuk pada materi yang akan kita ajarkan dengan senantiasa melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar. Misalkan senantiasa mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang kita ajarkan agar siswa lebih mudah memahami materi yang kita berikan.
6)    Selalu memulai dan mengakhiri pembelajaran tepat waktu serta dengan salam yang menghangatkan, yaitu salam penuh kasih dan hormat.
7)    Gunakan bahasa yang santun, hormat, dan dengan nada bicara yang lembut.
8)    Memahami dan menghormati berbagai perbedaan yang ada.
9)    Menghormati kerahasiaan setiap siswa
10)    Tidak merendahkan dan mencemooh siswa
11)    Memberi kesempatan yang sama kepada semua siswa untuk bicara dan jangan mengintrupsi pembicaraan siswa
12)    Bila seorang siswa mengemukakan pendapat, jadilah pendengar yang baik dan selanjutnya berikan kesempatan kepada  siswa lain untuk memahaminya dan memberikan komentarnya.
13)    Memahami dan menghormati pendapat setiap siswa, bila perlu melancarkan kritik: gunakan bahasa yang mengayomi, dan bila kritik bersifat pribadi seyogyanya dilakukan di ruang khusus.
14)    Sekali waktu, berilah kesempatan kepada siswa untuk memberikan saran atau kritik guna perbaikan proses pembelajaran. 
15)    Sediakan waktu untuk berkomunikasi dengan siswa di luar kelas.


b.    Prosedur Pembelajaran Aktif
    Proses pembelajaran di kelas dapat dipandang sebagai tiga bagian kegiatan yang terurut, yaitu: kegiatan awal (pendahuluan), kegiatan inti, dan kegiatan akhir (penutup). Dengan demikian, strategi pembelajaran aktif dapat dirumuskan sebagai prosedur kegiatan yang mengaktifkan siswa pada setiap bagian kegiatan secara terurut. Prosedur tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
1)    Prosedur Mengaktifkan Siswa Belajar Matematika Pada Awal Pembelajaran
Dimensi pertama dalam peristiwa belajar matematika adalah membangun sikap dan persepsi positif terhadap belajar dan matematika sebagai obyek belajar. Kesiapan mental untuk terlibat dalam pembelajaran mutlak dicapai dalam mengaktifkan siswa belajar matematika, oleh karenanya kegiatan membangunkan sikap dan persepsi positif siswa harus dilakukan sejak awal dimulainya pembelajaran. Hal yang harus dilakukan guru pada awal pembelajaran adalah membangunkan minat, membangunkan rasa ingin tahu, dan merangsang siswa untuk berfikir. Bila minat siswa, rasa ingin tahu siswa telah bangkit, serta  siswa telah terangsang untuk berfikir ini berarti siswa telah siap secara mental untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran matematika,  dan bila terjadi sebaliknya berarti secara mental siswa belum siap terlibat dalam pembelajaran.
Dengan memodifikasi strategi berbagi pengetahuan secara aktif, Silberman  (2006:100-102), mengawali kegiatan pembelajaran aktif dengan prosedur sebagai berikut:
a)    Tentukan rentang waktu yang pasti untuk kegiatan awal pembelajaran.
b)    Ucapkan salam pembuka yang menghangatkan siswa.
c)    Sediakan daftar pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran matematika yang akan diajarkan. Misalnya:
(1)    kata-kata untuk didefinisikan,
(2)    soal-soal sederhana dari aplikasi rumus yang telah dikenal,
(3)    pertanyaan tentang aplikasi matematika sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
b)    Perintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sebaik yang mereka bisa dan dalam waktu yang telah ditentukan.
c)    Perintahkan siswa untuk menyebar di kelas, menanyakan kepada temannya jawaban pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu jawabannya, Doronglah siswa untuk saling membantu.
d)    Perintahkan untuk kembali ke tempat semula dan gunakan teknik tanya jawab untuk membahas jawaban yang mereka dapatkan.
e)    Gunakan pertanyaan-pertanyaan arahan sebagai upaya merangsang berfikir siswa menjawab pertanyaan yang tak satupun siswa bisa menjawab.
f)    Gunakan informasi-informasi yang diperoleh dalam kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkenalkan topik-topik penting materi pelajaran dalam kegiatan inti.
Secara umum, manusia tidak menyukai suatu kegiatan yang kurang bervariasi. Oleh karenanya perlu dipilih kegiatan lain sebagai variasi kegiatan di atas. Berikut ini dapat menjadi alternatif pilihan.
(1)    Daftar pertanyaan dapat diganti dengan menyediakan kartu indeks dan perintahkan siswa untuk menuliskan satu informasi yang menurut siswa akurat tentang materi yang akan diajarkan.
(2)    Kegiatan menyebar dapat diganti dengan merotasi pertukaran pendapat antar kelompok belajar di kelas.
2)    Prosedur Mengaktifkan Siswa Belajar Matematika Pada Kegiatan Inti Pembelajaran
Telah dikemukakan di atas bahwa pendidikan matematika di segala jenjang dimaksudkan untuk membangun pengetahuan, keterampilan dan sikap terkait dengan matematika. Pembelajaran aktif dalam pendidikan matematika dapat berlangsung dalam proses penyelidikan atau proses bertanya. Siswa dikondisikan dalam sikap mencari (aktif) bukan sekedar menerima (reaktif). Kondisi ini terjadi jika siswa dilibatkan dalam tugas dan kegiatan yang secara halus mendesak mereka untuk berfikir, bekerja, dan merasakan.
Berdasarkan pendapat di atas, upaya yang harus dilakukan guru untuk mengaktifkan siswa belajar matematika adalah: (1) mengkondisikan situasi belajar matematika menjadi kegiatan siswa mengupayakan pemecahan masalah atau mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, baik masalah atau pertanyaan yang diajukan guru maupun siswa; (2) mendorong ketertarikan siswa untuk mendapatkan informasi atau menguasai keterampilan melalui pemecahan masalah atau mencari jawaban atas pertanyaan; (3) mendesak siswa secara halus untuk bergerak mengkaji atau menilai suatu jawaban pertanyaan, suatu pendapat (gagasan),  atau suatu penyelesaian masalah. Guru dapat menggunakan berbagai strategi dengan berbagai teknik untuk mengaktifkan siswa dalam kegiatan inti. Dengan memodifikasi pendapat Silberman (2006:117-206), strategi berikut ini dapat digunakan guru untuk mengaktifkan siswa belajar matematika:




a)    Menstimulir rasa ingin tahu siswa
Prosedur
(1)    Ajukan pertanyaan/masalah yang kompleks (njelimet) atau yang mempunyai beberapa kemungkinan jawaban untuk menstimulasi keingintahuan siswa tentang materi yang akan diajarkan.
    Pertanyaan yang disajikan haruslah merupakan pertanyaan yang menurut guru ada beberapa siswa yang mengetahui jawabannya atau bagian dari jawaban. Pertanyaan dapat berupa pertanyaan sehari-hari, cara melakukan sesuatu, definisi, cara kerja (prosedur).
(2)    Doronglah siswa untuk berfikir, membuat skema atau diagram, dan membuat dugaan umum.
    Gunakan frase semisal “ coba tebak” atau “coba jawab”
(3)    Jangan buru-buru memberikan tanggapan. Tampung semua dugaan siswa. Ciptakan rasa penasaran tentang jawaban yang sesungguhnya.
    Sebagai variasi, buatlah siswa berpasangan dan membuat dugaan secara kolektif.
(4)    Gunakan pertanyaan itu untuk mengarahkan siswa kepada apa yang hendak diajarkan. Anda perlu memastikan bahwa siswa lebih menaruh perhatian terhadap pelajaran dibanding biasanya.
b)    Menstimulir siswa untuk belajar mandiri
Prosedur
(1)    Bagikan kepada siswa bahan ajar, disertai beberapa pertanyaan/masalah yang terurut dari yang sederhana sampai yang kompleks.
(2)    Perintahkan siswa untuk mempelajari bahan ajar secara mandiri atau berpasangan.
(3)    Perintahkan siswa untuk membubuhkan tanda tanya pada materi yang belum mereka pahami. Anjurkan untuk menyisipkan tanda tanya sebanyak mungkin. Perintahkan siswa untuk menyusun pertanyaan sebanyak mungkin terkait dengan tanda tanya yang mereka bubuhkan
(4)    Perintahkan siswa untuk mengemukakan pertanyaan secara tertulis. Beri kesempatan siswa lain untuk menanggapinya. Lakukan seterusnya sehingga semua pertanyaan siswa dibahas.
(5)    Berikan penjelasan sebagai sarana pemantapan dari jawaban atas pertanyaan siswa.
(6)    Perintahkan siswa menyelesaikan masalah dalam bahan ajar secara mandiri atau berpasangan.
(7)    Perintahkan siswa untuk mengemukakan jawaban masalah. Berikan kesempatan siswa lain memberikan komentar atau mengemukakan kemungkinan jawaban lain.
(8)    Berikan pemantapan jawaban atas pertanyaaan
    Jika guru merasa bahwa siswa akan mengalami kesulitan mempelajari sendiri bahan ajar, berikan sejumlah informasi yang mengarahkan mereka.

c)    Menstimulir siswa untuk belajar bersama dalam kelompok.
Prosedur
(1)    Perintahkan siswa secara mandiri mempelajari bahan ajar
(2)    Perintahkan untuk menuliskan hal yang belum diketahui dalam bentuk pertanyaan.
(3)    Perintahkan untuk membentuk kelompok. Perintahkan masing-masing kelompok memberi nama kelompok dengan nama dalam matematika, misalnya: kelompok aljabar, kelompok Phytagoras dan sebagainya.
(4)    Diskusikan pertanyaan-pertanyaan dari masing-masing anggota kelompok.
(5)    Berikan tugas memecahkan masalah, dengan petunjuk yang jelas. misalnya: tuliskan rumus, gambarkan, buat skema atau diagram yang kamu gunakan untuk menjawab.
(6)    Berikan peran pada anggota kelompok. Misalnya: fasilitator, pencatat, juru bicara, pengatur waktu.
(7)    Berikan kesempatan masing-masing kelompok untuk menyajikan hasil diskusi di depan kelas.
(8)    Perintahkan siswa untuk kembali ke posisi semula dan lakukan salah salah satu berikut:
(a)    Membahas materi secara bersama
(b)    Dapatkan pertanyaan dari siswa
(c)    Beri siswa pertanyaan kuis
(d)    Sediakan latihan penerapan atau kuis bagi siwa untuk menguji pemahaman mereka.
d)    Belajar berpasangan
Prosedur:
(1)    Berikan kepada siswa, satu atau beberapa permasalahan yang memerlukan perenungan dan pemikiran.
(2)    Perintahkan siswa untuk menyelesaikan masalah secara perseorangan.
(3)    Setelah semua siswa menyelesaikan masalah, aturlah menjadi sejumlah pasangan dan perintahkan mereka untuk berbagi jawaban satu sama lain.
(4)    Perintahkan pasangan untuk membuat jawaban baru bagi tiap masalah, memperbaiki tiap jawaban perseorangan
(5)    Bila semua pasangan telah menuliskan jawaban baru, bandingkan jawaban dari tiap pasangan dengan pasangan lain di dalam kelas.
(6)    Perintahkan seluruh siswa untuk memilih jawaban yang tepat untuk tiap pertanyaan.
    Untuk menghemat waktu, bagilah seluruh siswa dalam 4 kelompok besar berilah nama kelompok. Berikan permasalahan yang berbeda pada masing-masing kelompok Pada akhir sesi, perintahkan masing-masing kelompok untuk menyajikan jawaban terbaiknya. Berikan hadiah pada jawaban terbaik.
e)    Turnamen belajar
Prosedur:
(1)    Bagilah siswa menjadi sejumlah tim beranggotakan 2 hingga 8 siswa. Pastikan bahwa tim memiliki jumlah anggota yang sama. Perintahkan untuk memberi nama kelompok masing-masing.
(2)    Berikan bahan ajar kepada tim untuk dipelajari bersama.
(3)    Buat beberapa pertanyaan yang dapat menguji aspek ingatan dan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Gunakan format yang memudahkan penilaian sendiri. Misalnya: pilihan ganda, melengkapi, benar-salah, atau definisi istilah, menyatakan rumus atau teorema.
(4)    Perintahkan siswa untuk menjawab secara perseorangan. Pastikan hal ini dilakukan oleh masing-masing siswa.
(5)    Setelah semua siswa menyelesaikan jawaban mereka, aturlah menjadi sejumlah pasangan dan perintahkan mereka untuk berbagi jawaban satu sama lain.
(6)    Lakukan diskusi kelas untuk menentukan jawab pertanyaan.
(7)    Perintahkan siswa untuk menghitung jumlah pertanyaan yang mereka jawab dengan benar, dan mintalah mereka untuk memberikan skor.
(8)    Perintahkan siswa untuk menyatukan skor mereka dengan anggota tim mereka untuk mendapatkan skor tim. Umumkan skor dari tiap tim. Berikan hadiah atau berilah tepuk tangan pada tim yang memperoleh skor tertinggi. Sebutlah ini sebagai “ronde satu”.
(9)    Perintahkan mereka untuk belajar lagi untuk ronde ke dua dalam turnamen.  Kemudian ajukan pertanyaan tes lagi sebagai bagian dari “ronde kedua”. Perintahkan siswa dengan prosedur seperti ronde satu.
    Turnamen ini dapat dilakukan dengan jumlah ronde bervariasi dan waktu  tiap ronde dapat dilakukan bervariasi, namun pastikan bahwa setiap ronde siswa menjalani sesi belajar. Dengan kesepakatan siswa, guru dapat memberikan penalti (hukuman) kepada siswa yang memberikan jawaban salah dengan pengurangan nilai (misal -1 atau -2) dan memberikan nilai 0 pada siswa yang tidak menjawab.


f)    Menstimulir pembelajaran antar siswa
Prosedur
(1)    Bentuklah kelompok dengan jumlah kelompok sesuai dengan topik (sub pokok bahasan) yang akan dipelajari siswa. Topik dipilih yang saling terkait.
(2)    Beri setiap kelompok sejumlah informasi, konsep, atau keterampilan untuk diajarkan kepada siswa lain.
(3)    Perintahkan setiap kelompok untuk menyusun cara dalam menyajikan atau mengajarkan topik mereka kepada siswa lain. Sarankan mereka untuk menghindari cara ceramah atau semacam pembacaan laporan. Doronglah mereka untuk menjadikan pengalaman belajar sebagai pengalaman yang aktif bagi siswa
(4)    Kemukakan beberapa saran berikut ini:
(a)    sediakan media visual
(b)    berikan kesempatan temanmu untuk membaca materi terlebih dahulu.
(c)    gunakan contoh atau analogi untuk menyajikan poin-poin pengajaran
(d)    libatkan temanmu dalam diskusi atau tanya jawab.
(e)    berikan kesempatan pada temanmu untuk bertanya
(f)    Berikan waktu yang cukup untuk merencanakan dan mempersiapkan (baik di dalam maupun di luar kelas). Kemudian perintahkan tiap kelompok untuk menyajikan pelajaran mereka. Beri tepuk tangan atas usaha mereka.
    Sebagai alternatif dari pengajaran model ini adalah perintahkan siswa untuk mengajarkan atau memberi bimbingan kepada siswa lain secara individual atau dalam kelompok kecil.
3)    Strategi menutup pembelajaran matematika
Pada kegiatan menutup pembelajaran dapat dimanfaatkan guru untuk:
a)    memberikan kesempatan bagi siswa merangkum atau membuat ikhtisar dari pelajaran pada hari itu,
b)    memotivasi siswa untuk mempelajari ulang bahan ajar dan atau menyelesaikan tugas rumah secara mandiri atau kelompok,
c)    memberikan informasi bahan ajar pertemuan berikutnya,
d)    mendapatkan penilaian dari siswa guna perbaikan proses pembelajaran, dan
e)    memberikan salam penutup.
Cara yang baik untuk membelajarkan membuat ikhtisar bahan ajar adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat ikhtisar dan menyajikan ikhtisar kepada siswa lain. Strategi berikut dapat digunakan guru:

Prosedur
a)    Jelaskan kepada siswa bahwa bila guru yang membuat ikhtisar pelajaran, itu bertentangan dengan prinsip belajar aktif.
b)    Bagilah siswa menjadi kelompok beranggotakan dua hingga 4 orang.
c)    Perintahkan setiap kelompok untuk membuat ikhtisar pelajaran pada hari itu. Doronglah setiap kelompok untuk membuat uraian singkat guna disampaikan pada kelompok lain. Gunakan pertanyaan panduan, misalnya:
(1)    Apa judul materi yang baru saja dipelajari?
(2)    Tuliskan definisi atau rumus yang baru saja dipelajari secara terurut!
(3)    Digunakan dalam masalah apa saja rumus yang baru di pelajari?
3    Pembelajaran  Efektif.
Dalam proses belajar mengajar agar didapatkan suatu hasil yang maksimal maka diperlukan suatu teknik pembelajaran yang efisien dan afektif sehingga tidak mengahabiskan waktu yang lama dan bertele-tele yang kadang hasilnya kurang memuaskan, apalagi untuk siswa didik yang mengikuti program akselerasi yang waktu belajarnya relatif lebih cepat dibanding dengan siswa didik yang duduk di kelas reguler . Menurut Daniel Muijs dan David Reynolds (2008 : 65 – 66) Suatu pengajaran klasikal agar efektif maka harus jauh dari sekedar menyampaikan isi pelajaran dengan gaya ceramah kepada murid. Hampir semua peneliti sepakat tentang pentingnya interaksi antara guru dan siswa.
Didalam studinya terhadap siswa sekolah dasar di Inggris ( Daniel Muijs , 1999) menemukan efek  - efek positif dari seringnya menggunkaan tanya jawab , komunikasi dengan kelas dan menggunakan petanyaan dan pernyataan tingkat tinggi selain itu perlu pentingnya interaksi untuk pengajaran yang efektif.
Peneliti – peneliti di  Amerika telah menunjukkan pentingnya interaksi, di dalam penelitian – penelitian mereka sebelum studi – studi yang dilakukan di eropa. Rosenshine dan Furst ( 1973 ) menemukan penggunaan beragam pertanyaan sebagai sebuah faktor krusial di dalam penelitian mereka yang dimulai tahun 1960 sampai dengan 1970.
Karena pentingnya interaksi dan tanya jawab sebagai elemen yang paling luas diteliti dalam peneltian tentang mengajar. Oleh karena itu perlu diketahui dalam tanya jawab yang efektif  dan interaksi yang efektif dalam pembelajaran.
Tanya jawab dapat digunakan untuk memeriksa pemahaman siswa untuk memberikan dasar pada pembelajaran siswa, untuk membantu siswa dalam mengklarifikasikan dan memverbalisasikan pikiran mereka, dan membantu siswa mengembangkan sense of mastery ( perasaan menguasai sesuatu ). Tanya jawab yang efektif  dapat terjadi bila penguasaan diri yang solid tentang strategi – strategi mana yang paling efektif.
Di dalam pembelajaran yang mengunakan pembelajaran langsung , berbagai pertanyaan perlu dilontarkan pada awal pelajaran , ketika topik dari pelajaran sebelumnya diulas. Agar tanya jawab efektif tercapai maka seorang pengajar perlu mencampur pertanyaan tingkat tinggi dan tingkat rendah mencakup produk dan proses serta pertanyaan terbuka dan tertutup , namun seorang pengajar harus memastikan bahwa ada cukup banyak pertanyaan proses tingkat tinggi dan terbuka.
Dalam tanya jawab yang efektif dalam pembelajaran langsung bila siswa  menjawab benar diberikan respon positif namun impersonal dan bila seorang siswa memberikan jaaban yang kurang sepenuhnya benar , maka pengajar poerlu memberikan prompt kepadanya untuk menemukan jawaban yang benar.
Bentuk interaksi lain yang efektif dalam pembelajaran adalah diskusi kelas, namun suatu diskusi agar efektif perlu disiapkan dengan seksama. Pengajar perlu memberikan pedoman yang jelas kepada siswa tentang apa yang didiskusikan. Selama diskusi siswa perlu dipastikan untuk tetap pada tugasnya, dan guru perlu menuliskan poin – poin utama yang muncul selama diskusi. Setelah diskusi poin-poin utama ( produk diskusi ) ini dapat dirangkum dan siswa diminta untuk meberikan komentar tentang seberapa baik diskusi itu tersebut berjalan ( proses diskusi ).
Agar pembelajaran afektif guru juga harus memastikan bahwa siswa – siswa yang pemalu yang mungkin kurang aktif  untuk diberikan kesempatan dalam keterlibatannya dalam proses belajar mengajar.
4    Hasil belajar Matematika.
    Penekanan pembelajaran matematika lebih diutamakan pada proses dengan tidak melupakan pencapaian tujuan. Proses ini lebih ditekankan pada proses belajar matematika seseorang. Tujuan yang paling utama dalam pembelajaran matematika adalah mengatur jalan pikiran untuk memecahkan masalah bukan hanya menguasai konsep dan perhitungan walaupun sebagian besar belajar matematika adalah belajar konsep struktur ketrampilan menghitung dan menghubungkan konsep-konsep tersebut. Andi Hakim Nasution (1982:12 ) mengemukakan bahwa dengan menguasai matematika orang akan belajar menambah kepandaiannya.
    Sementara itu Nana Sudjana (1995:22 ) mengemukakan bahwa hasil belajar matematika adalah kemampuan–kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia memperoleh pengalaman belajarnya. Gagne ( 1977:47-48 ) mengelompokkan hasil belajar menjadi lima bagian dalam bentuk kapabilitas yakni ketrampilan intelektual strategi kognitif , informasi verbal , ketrampilan motorik dan sikap.
    Gagne dan Briggs (1978:49-55) menerangkan bahwa hasil belajar yang berkaitan dengan lima kategori tersebut adalah : (1) ketrampilan intelektual adalah kecakapan yang berkenaan dengan pengetahuan prosedural yang terdiri atas deskriminasi jamak, konsep konkret dan terdefinisi kaidah serta prinsip, (2) strategi kognitif adalah kemampuan untuk memecahkan masalah–masalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing – masing individu dalam memperlihatkan, mengingat dan berfikir, (3) informasi verbal adalah kemampuan untuk mendiskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi –informasi yang relevan, (4) ketrampilan motorik adalah kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan–gerakan yang berhubungan dengan otot, (5) sikap merupakan kemampuan internal yang berperan dalam mengambil tindakan untuk menerima atau menolak berdasarkan penilaian terhadap obyek tersebut. Bloom (1976:201-207) membagi hasil belajar menjadi kawasan yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Kawasan kognitif berkenaan dengan ingatan atau pengetahuan dan kemampuan intelektual serta ketrampilan- ketrampilan. Kawasan afektif menggambarkan sikap-sikap, minat dan nilai serta pengembangan pengertian atau pengetahuan dan penyesuaian diri yang memadai. Kawasan  psikomotor adalah kemampuan–kemampuan menggiatkan dan mengkoordinasikan gerak. Kawasan kognitif dibagi atas enam macam kemampuan intelektual mengenai lingkungan yang disusun secara hirarkis dari yang paling sederhana  sampai kepada yang paling kompleks, yaitu (1) pengetahuan adalah kemampuan mengingat kembali hal-hal yang telah dipelajari, (2) pemahaman adalah kemampuan menangkap makna atau arti suatu hal, (3) penerapan adalah kemampuan mempergunakan hal – hal yang telah dipelajari untuk menghadapi situasi–situasi baru dan nyata, (4) analisis adalah kemampuan menjabarkan sesuatu menjadi bagian–bagian sehingga struktur organisasinya dapat dipahami, (5) sintesis adalah kemampuan untuk memadukan bagian–bagian menjadi satu keseluruhan yang berarti, (6) penilaian adalah kemampuan memberi harga sesuatu hal berdasarkan kriteria intern atau kelompok atau kriteria ekstern atapun yang ditetapkan lebih dahulu.
    Berdasarkan pandangan-pandangan dari para ahli tersebut diatas maka yang dimaksud dengan hasil belajar matematika  dalam penelitian ini adalah hasil dari seorang siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar matematika yang diukur dari kemampuan siswa tersebut dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika
B    Hasil Penelitan yang Relevan.
Sudah cukup banyak penelitian yang membahas tentang prestasi belajar matematika di SMP/MTs namun masih sedikit peneliti yang meneliti berkaitan dengan materi matematika pada suatu pokok bahasan. Sepengetahuan peneliti belum ada peneliti yang meneliti tentang penggunaan strategi pembelajaran aktif  untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran materi logaritma pada kelas program akselerasi.
C    Kerangka Pemikiran.
Dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif maka seorang siswa akan selalu terlibat secara langsung dalam pembelajaran , sehingga dengan keterlibatan ini materi yang dibahas akan selalu teringat dalam pemikirannya dan konsep yang harus dikuasai siswa akan mudah diterimanya hal ini sesuai dengan prinsip learning by doing yang menytakan bahwa pembelajaran akan cepat dikuasai siswa dengan siswa tersebut ikut aktif dalam pembelajaran.
Bertolak dari pemikiran bahwa membawa siswa aktif dalam pembelajaran akan memudahkan siswa menerima konsep yang harus dikuasainya maka secara otomatis langkah membawa siswa aktif dalam belajar ini merupakan suatu langkah yang efektif untuk menyampaiakan suatu materi ajar.
Secara grafis pemikiran yang dilakukan oleh peneliti dapat digambarkan dengan bentuk diagram sebagai berikut :

























Gambar 1
Diagram kerangka berfikir







D    Hipotesis Tindakan
Dari uraian pada kajian teori yang telah dipaparkan maka dapat disusun hipotesis tindakan sebagai berikut: ” Melalui strategi pembelajaran aktif  dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran materi logaritma bagi siswa kelas X program akselerasi  di SMA Negeri 1 Surakarta tahun pelajaran 2008 – 2009 ”


















BAB III.
PROSEDUR PENELITIAN

A    Setting Penelitian.
1.    Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan mengambil lokasi di MTs.Andalsuia Dolok Maraja , Kab.Simalungun dengan pertimbangan : (a) Di MTs.Andalusia program les sore merupakan program baru sehingga perlu adanya penelitian tentang pendekatan pembelajaran yang paling efektif sehingga prestasi matematika siswa pada program tersebut sesuai dengan harapan. (b) kemudahan dalam pelaksanaan penelitian karena peneliti merupakan staf pengajar di MTs.Andalsuia Dolok Maraja . (c) Adanya ikatan batin yang baik antara peneliti dengan seluruh warga sekolah.
2    Waktu Penelitian.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dari bulan Nopember tahun 2010 sampai dengan bulan Pebruari tahun 2011, menggunakan jenis perlakuan tindakan kelas ( class room action research ) dengan menggunakan 2 siklus.
B    Subyek Penelitian.
Subyek dari penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VII program Les sore MTs.Andalusia Dolok Maraja tahun ajaran 2012/2013. Pengambilan subyek penelitian ini didasarkan pada kondisi kelas yang mampu mewakili siswa kelas VII program les sore secara keseluruhan, program les sore ini dipilih sebagai objek penelitian dikarenakan peneliti ingin mencari suatu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan materi Bilangan bulat bagi para siswa secara cepat dan tepat.
C    Tehnik dan alat pengumpul  Data
Dalam penelitian tindakan kelas ini dalam pengumpulan data digunakan berbagai tehnik antara lain :
1.    Tes Tertulis
Tes tertulis disini digunakan untuk mengumpulkan data siswa berkenaan hasil pengusaan materi bilangan bulat yang dikuasai siswa , setelah siswa mengikuti suatu proses perlakuan  yang dilakukan oleh peneliti, sehingga didapatkan hasil yang akurat dan dapat menggambarkan secara jelas kemampuan siswa dalam menguasai materi bilangan bulat tersebut.
2.    Alat Pengumpul Data.
Untuk mengetahui kemampuan yang dikuasai siswa dalam penguasaan materi yang dijadikan obejek penelitian ini,  peneliti menggunakan alat yang berupa tes tertulis yang telah dirancang oleh peneliti sesuai dengan tujuan yang telah tertuang didalam kisi – kisi soal .
3.    Deskripsi perilaku ekologis
Pada teknik ini peneliti mencatat observasi dan pemahaman urutan perilaku  siswa dengan lengkap meliputi :
a.    suasana kelas
b.    perilaku masing – masing siswa saat mengikuti pembelajaran di dalam kelas
pada penggunaan metode ini peneliti hanya untuk mengumpulkan data dan bukan untuk menafsirkan data.
D    Validasi Data
Penelitian ini dipergunakan untuk mencari suatu strategi pembelarjaran yang tepat untuk meningkatkan penguasaan materi bilangan bulat secara efektif dan efisien, sehingga arah penelitian ini yaitu mengaktifkan dan memberi kefahaman pada siswa dalam penguasaan materi bilangan bulat  dengan efektif, dan untuk pengukuran masalah tersebut peneliti menggunakan alat pengumpul data yang berupa tes tertulis yang berupa soal dan dilengkapi dengan kisi – kisi soal secara lengkap.
Pada penelitian tindakan kelas ini proses validasi data dilakukan dengan meminta penilaian terhadap para ahli dan praktisi berkenaan dengan isi dan kisi – kisi dari tes tertulis yang digunakan sebagai alat pengumpul data, sehingga alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam penelitian ini kevalidannya benar-benar dapat dipertanggung jawabkan.
E    Indikator Keberhasilan
Hasil penelitian tindakan kelas ini tercapai sesuai dengan harapan bila dalam penelitian ini :
1. Penguasaan materi bilangan bulat  kelas VII MTs.Andalsuia Dolok Maraja Kab.Simalungun pada akhir penelitian ini meningkat hingga mencapai 90 % siswa telah mencapai nilai diatas batas ketuntasan minimal.
2.     Penggunaan strategi pembelajaran aktif merupakan strategi yang  efektif untuk mengajarkan materi Bilangan bulat, dalam hal ini ditandai dengan peningkatan hasil nilai yang didapatkan masing – masing siswa.
F    Prosedur Penelitian Tiap Siklus
Sebelum mengadakan tindakan pada penelitian ini ,maka peneliti mengadakan observasi cara mengajar guru dalam kelas serta mencari data kemampuan awal penguasaan materi bilangan bulat  dari siswa.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwasannya pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus namun bila dari dari dua siklus yang direncanakan masih terdapat masalah yang harus dipecahkan maka dapat dilanjutkan dengan siklus berikutnya.
Pelaksanaan prosedur penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1    Diskripsi siklus I.
a.    Tahap perencanaan tindakan.
Dalam tahap perencanaan tindakan pada siklus ini, kegiatan yang dilakukan adalah:
1)    Peneliti menyusun silabus yang berkaitan dengan materi bilangan   
      bulat.
2)    Peneliti merancang skenario pembelajaran yang dapat mengaktifkan secara kelompok besar.
3)    Merancang alat pengumpul data yang berupa tes dan digunakan untuk mengetahui pemahaman  kemampuan siswa yang berkaitan dengan materi bilangan bulat.
b.    Tahap pelaksanaan tindakan.
1)    Pada siswa diberikan penjelasan umum tentang tujuan penelitian tindakan kelas sesuai dengan rancangan yang telah direncanakan, baik mengenahi pengumpulan data maupun kegiatan –kegiatan yang lain.
    Kegiatan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi :
 (a) Memberikan penjelasan secara umum tentang pokok bahasan yang diajarkan dengan mengunakan strategi pembelajaran aktif dengan tehnik menstimulir rasa ingin tahu siswa
(b) Mendorong siswa yang belum aktif untuk aktif dalam   mengikuti pembelajaran.
(c) Mengamati dan mencatat siswa yang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran
(d) Mengumpulkan hasil pengujian yang diperoleh siswa dalam mengerjakan tugas 
(e) Menganalisa hasil tes yang diberikan setelah siswa diajar dengan tehnik menstimulir secara kelompok besar.
2)    Peneliti mengajar sesuai dengan skenario pembelajaran klasikal yang telah dirancang dan mencatat kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh masing – masing siswa.
3)    Peneliti memberikan evaluasi pada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa berkaitan dengan materi bilangan bulat.
c.    Tahap observasi tindakan.
Peneliti mengamati dan mencatat semua kejadian yang terjadi pada saat siswa mengikuti pengajaran dan menanyakan pada siswa  yang kurang aktif dalam pembelajaran tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
d.    Tahap refleksi.
Peneliti menganalisa hasil pekerjaan siswa dan hasil observasi yang dilakukan pada siswa guna menentukan langkah berikutnya.
Peneliti membuat pengelompokkan siswa didasarkan pada hasil yang didapatkan siswa pada evaluasi yang dilakukan.
2.    Diskripsi siklus II.
a.    Tahap perencanaan tindakan.
1)    Mempersiapkan fasilitas dan sarana yaitu dengan membuat kelompok siswa dengan penyebaran siswa yang menguasai materi awal yaitu materi yang telah disampaikan pada siklus I .
2)    Membuat pengurus pada masing – masing kelompok mencakup fasilitator, pencatat , juru bicara dan pengatur waktu.
3)    Membuat bahan ajar yang akan disampaikan pada masing – masing kelompok.untuk didiskusikan
b.    Tahap pelaksanaan tindakan.
1)    Peneliti memberikan penjelasan tentang pokok bahasan bilangan bulat yang akan dipelajari serta menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan berkaitan dengan pengajaran dalam tehnik menstimulir siswa untuk belajar bersama dalam kelompok.
2)    Siswa yang telah menguasai pada materi awal di siklus I dimohonkan memimpin pembahasan bahan ajar yang diberikan peneliti. Bahan ajar yang diberikan berisi tugas memecahkan masalah tindak lanjut dari siklus I.
3)    Memberi kesempatan pada masing – masing kelompok untuk menyajikan hasil diskusi
4)    Pembahasan materi ajar yang siswa dalam satu kelas mengalami kesulitan ataupun salah dalam apersepsinya
5)    Memberikan evaluasi pada siswa untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai pengerjaan soal integral.
c.    Tahap observasi tindakan.
1)    Peneliti mencatat hasil-hasil yang diperoleh anak didik serta mencatat kesalahan – kesalahan yang dilakukan anak didik dalam mengerjakan masalah yang berkaitan dengan bahan ajar yang diberikan.
2)    Peneliti mencatat kesalahan –kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah pada bahan ajar yang diberikan..
d.    Tahap refleksi.
Peneliti membuat inventarisasi kesulitan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah pada bahan ajar yang diberikan serta mendata siswa yang telah mampu menyelesaikan soal evaluasi dan mampu mendapatkan nilai diatas standart ketuntasan belajar.



















BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.     Diskripsi Awal.
Sebelum penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan , maka peneliti mengadakan observasi dan pengumpulan data dari kondisi awal kelas yang akan diberi tindakan ,  yaitu kelas VII program les sore MTs.Andalusia , tahun pelajaran
2010/2011
Pengetahuan awal ini perlu diketahui agar kiranya penelitian ini sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti,  apakah benar kiranya kelas ini perlu diberi tindakan yang sesuai dengan apa yang akan diteliti oleh peneliti yaitu penerapan strategi pembelajaran aktif  untuk  meningkatkan efektifitas pembelajaran materi bilangan bulat.
Untuk mengungkap kondisi awal dari kelas yang menjadi objek tindakan kelas ini maka peneliti melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1    Perencanaan.
Untuk mengetahui kondisi awal dari kelas VII program les sore MTs.
Andalusia Dolok Maraja tahun 2010/2011 maka peneliti merencanakan observasi langsung pada pengajaran yang dilakukan oleh guru pengajar matematika pada saat mengajarkan materi sifat – sifat  bilangan bulat.
Observasi langsung pada pengajaran yang dilakukan guru dilakukan untuk mengetahui strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru pengajar saat menyampaikan materi sifat – sifat bilangan bulat.
Peneliti  membantu guru pengajar menyiapkan alat tes yang akan digunakan sebagai alat untuk mengukur kemapuan penguasaan awal materi bilangan bulat  dari siswa.
2    Pelaksanaan.
Pelaksanaan untuk mengukur kemampuan awal siswa dilaksanakan pada hari Selasa , tanggal 3 Juli 2012 di awali pengajaran yang dilakukan oleh guru Pengajar Matematika  kelas VII program les sore MTs Andalusia Dolok Maraja yang mengajarkan sifat – sifat bilangan bulat dengan menggunakan metode ceramah. Pada pembelajaran ini peneliti mengamati kejadian – kejadian yang terjadi secara rinci pada saat guru memaparkan materisifatsifatbilanganbulat.bilanganbulat.

Dalam menyampaikan materi sifat – sifat bilangan bulat guru memerlukan waktu 1 jam pelajaran dan 15 menit untuk pemberian contoh, selanjutnya guru memberikan posttest  dengan menggunakan soal yang telah dirancang sebelumnya
Pada pelaksanaan ini peneliti dan guru pengajar bersama – sama mengawasi kerja siswa dalam mengerjakan soal yang diberikan , sehingga keakuratan dari hasil pengawasan dapat dipertanggung jawabkan.
Pada pelaksanaan posttest ini siswa mengerjakan soal yang diberikan selama   30 menit.
3    Hasil Pengamatan.
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti didapatkan bahwa pada pengajaran yang dilakukan, guru masih menggunakan cara pengajaran yang  tradisional yaitu guru sebagai pusat pembelajaran dan  pengajaran materi sifat – sifat bilangan bulat tersebut diajarkan dengan menggunakan metode ceramah.  Pada pembelajaran berlangsung terlihat siswa asyik dengan kegiatannya sendiri yang tidak ada kaitannya dengan apa yang disampaikan guru. Justru masih terlihat anak – anak yang bermain – main dengan temannya tanpa memperdulikan apa yang disampaikan oleh guru pengajar.
Dan dari hasil pengerjaan siswa pada alat tes yang telah dirancang oleh guru setelah diadakan koreksi maka didapatkan hasil yang kurang memuaskan. Hasil koreksi  tes awal dari  28 siswa didik yang ada di kelas tersebut didapatkan hasil, 5 siswa mendapatkan nilai kurang dari 60 , 8 siswa mendapatkan nilai antara 60 hingga 70, sedangkan siswa yang telah tuntas atau mendapatkan nilai di atas batas ketuntasan minimal ada 15 siswa . Dari paparan hasil nilai yang didapatkan siswa maka tampak bahwa yang mencapai ketuntasan belajar hanya 53,57 %
4    Refleksi.
Dari kondisi awal yang ada tersebut maka perlu diadakan suatu tindakan untuk mengangkat kemampuan penguasaan materi bilangan bulat dari siswa kelas VII program les sore MTs.Andalusia Dolok Maraja
Berdasarkan tanya jawab yang dilakukan peneliti terhadap siswa,,  terungkap bahwa siswa mempunyai kelemahan pada pengembangan skill pengerjaan suatu masalah bilangan bulat karena kurangnya siswa diberi kesempatan untuk berlatih dalam menyelesaikan masalah – masalah, sehingga siswa minta untuk diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah sebelum guru pengajar menyelesaikannya.
Bertolak dari kondisi awal tersebut maka peneliti merencanakan tindakan penelitian dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif pada pembelajaran materi bilangan bulat di kelas VII program les sore dengan memperlakukan pembelajarn aktif pada kelompok besar.
B.    Deskripsi Siklus I.
1    Perencanaan.
Untuk melakukan penelitian pada siklus I ini peneliti beserta guru pengajar merencanakan tindakan yang meliputi :
1    Membuat silabus materi pembelajaran bilangan bulat.
2    Membuat rancangan program pengajaran yang diperuntukkan untuk pengajaran pada kelompok besar.  Rancangan program yang dibuat  digunakan untuk pengajaran  2 x 40 menit dengan rincian (1) apersepsi 10 menit (2) Kegiatan inti berisi pengerjaan lembar kerja dan mengaktifkan siswa dengan metode tanya jawab selama 40 menit (3) Penutup 5 menit (4) evaluasi 30 menit
3    Membuat lembar kerja siswa yang digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam belajar dengan penyusunan tahap demi tahap yang membawa siswa dalam penemuan masalah atau penyelesaian suatu masalah.
4    Membuat alat evaluasi yang digunakan untuk mendapatkan data kemampuan siswa setelah mendapatkan tindakan dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif yang diperuntukkan untuk kelompok besar
5    Membuat solusi dan langkah untuk disampaikan pada siswa berkaitan kelemahan siswa dalam menyelesaikan masalah yang telah di ujikan oleh guru. pengajar
2    Pelaksanaan Tindakan.
Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 2 Nopember 2010, peneliti melakukan kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, dimulai dengan penjelasan pada siswa tentang  kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa dalam mengikuti kegiatan.
Berdasarkan informasi yang telah didapatkan peneliti pada saat observasi pengajaran yang dilakukan oleh guru pengajar maka peneliti menyampaikan kelemahan dan kekurangan – kekurangan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan  materi bilangan bulat yang diujikan dengan menggunakan metode tanya jawab.
Peneliti membagikan lembar kerja yang telah dirancang oleh peneliti untuk diselesaikan siswa secara keseluruhan dan peneliti berkeliling untuk mengamati cara kerja siswa serta membantu siswa yang mengalami masalah dalam menyelesaikan lembar kerja yang dibagikan.

Gambar 3 Situasi siswa dalam mengerjakan lembar kerja kelompok besar
Pada saat pelaksanaan menyelesaikan lembar kerja siswa tampak beberapa siswa saling komunikasi dengan teman terdekatnya tentang cara penyelesaian dari lembar kerja yang dibagikan.
Sambil berkeliling peneliti mencatat hambatan – hambatan yang terjadi pada saat siswa mengerjakan lembar kerja tersebut selain itu peneliti juga mencatat siswa – siswa yang aktif dan mampu dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh peneliti.
Peneliti memerintahkan pada siswa yang telah mampu  memecahkan masalah yang masih menjadi masalah pada sebagian besar siswa , untuk dijelaskan pada temannya cara memecahkan masalah tersebut.
Pada akhir pengajaran yaitu 30 menit terakhir dari pembelajaran peneliti memberikan post test yang harus diselesaikan oleh seluruh siswa secara individual.
3    Hasil Pengamatan.
Setelah lembar kerja yang mengarahkan siswa untuk menemukan suatu masalah logaritma dibagikan maka tampak siswa antusias dalam mengerjakan lembar kerja tersebut.
Pada pengerjaan lembar kerja yang dibagikan ini tak terlihat adanya siswa yang bermain – main ataupun asyik mengerjakan pekerjaan yang lain, semuanya asyik dalam mengerjakan lembar kerja yang dibagikan.
Pada pelaksanaan pengerjaan lembar kerja tersebut tampak adanya siswa yang mengalami hambatan dalam menyelesaikan bertanya pada teman terdekatnya , namun ada pula siswa yang mengalami hambatan dalam mengerjakan lembar kerja tersebut  langsung bertanya kepada peneliti dan guru pengajar.
Pada pengerjaan lembar kerja ditemukan siswa yang belum memahami konsep dasar Bilangan bulat bahwa  untuk sembarang bilangan bulat a dan b berlaku : 1. –a + (-b) = -(a + b)
         2. –a + b      = -(a – b, jika a lebih dari b
         3.  -a + b      = b – a  , jika b lebih dari a
Pada post test yang diberikan setelah dikoreksi oleh guru pengajar dan peneliti didapatkan hasil sebagai berikut :
Dari 28 siswa yang ada , 4 siswa mendapatkan nilai kurang dari 60 , sedang  19 siswa telah mendapatkan nilai diatas batas tuntas, hal ini berarti 67,86 % siswa telah mampu
4    Refleksi.
Dengan melihat titik lemah yang terjadi pada sebagian kecil siswa berkenaan konsep dasar bilangan bulat maka perlu diadakan penjelasan yang mendasar pada anak – anak yang mengalami hambatan dengan memanfaatkan teman yang telah memahami konsep dasar logaritma tersebut untuk menjelaskannya.
Mendata siswa yang punya kemampuan lebih dan mampu untuk menyampaikan materi yang dikuasainya kepada temannya.
Perlunya dibentuk kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 4 siswa. untuk berkolaborasi dalam belajar dan dipimpin oleh anak yang punya kemampuan lebih dan mempu menyampaikan materi yang dikuasainya.
Perlu dibuat suatu catatan – catatan dasar yang siswa sering salah dalam mengartikan seperti   –a + (-b) = -(a + b) untuk ditindak lanjuti pada tindakan berikutnya.
C    Deskripsi Siklus II.
1    Perencanaan.
Pada perencanaan siklus II ini peneliti dan guru merencanakan tindakan sebagai berikut :
a.    Membuat kelompok kecil yang terdiri dari 4 anak dan masing – masing kelompok dipimpin oleh anak yang dipilih dari anak yang punya kemampuan lebih dan mampu memimpin..
b.    Membuat rancangan pembelajaran materi bilangan bulat sub bahasan persamaan logaritma sederhana untuk kelompok kecil yang dipergunakan bagi pengajaran selama 80 menit.
c.    Membuat 2  lembar kerja yang dipergunakan untuk diskusi kelompok 
d.    Merencanakan alat evaluasi yang berupa soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa.
2    Pelaksanaan Tindakan.
Seperti yang telah direncanakan maka peneliti melaksanaan tindakan siklus II pada hari senin 8 Nopember 2010 dengan materi bahasan persamaan logaritma sederhana, pada tindakan di siklus II ini diawali penjelasan kepada siswa tentang prosedur yang akan dilaksanakan pada pembelajaran untuk kelompok kecil.
Peneliti membagi kelompok yang terdiri dari 4 siswa dan menentukan ketua dari masing – masing kelompok tersebut, selanjutnya siswa berkumpul menurut kelompok masing – masing.
Setelah siswa telah berkumpul dengan kelompoknya maka peneliti membagikan lembar kerja siswa untuk didiskusikan bersama dari masing – masing kelompok , pada saat siswa mulai berdiskusi peneliti berkeliling untuk mencatat kesalahan – kesalahan yang dilakukan kelompok untuk dibimbing serta mencatat siswa – siswa yang pasif agar bisa diajak aktif oleh kelompoknya.



Setelah waktu yang ditentukan pada lembar kerja habis maka peneliti meminta perwakilan  kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya dan kelompok lain diminta menanggapi apa yang telah dipresentasikan, pada kesempatan ini peneliti memandu jalannya diskusi dan bersama – sama siswa merumuskan jawaban.
Pada hari Selasa  tanggal 17 Juli 2012 pada siswa diberikan evaluasi tentang penguasaan materi persamaan logaritma sederhana dalam waktu 1 jam pelajaran atau 40 menit
3    Hasil Pengamatan
Pada pelaksanaan siklus II ini tampak sekali bahwa siswa sangat antusias dalam mengerjakan tugas kelompok, semua siswa terlihat aktif bersama kelompoknya dalam menyelesaikan lembar kerja yang diberikan peneliti.
Pada saat diskusi pembahasan materi yang diberikan satu kelompok untuk ditanggapi oleh kelompok lain, kadang terlihat perbedaan pola berfikir dari masing – masing individu dalam menyampaikan ide pemecahan masalah yang diberikan.
Berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan setelah dikoreksi didapatkan hasil yang sesuai dengan indikator pencapaian hasil yang diharapkan karena dari 28 siswa yang ada dalam kelas VII program les sore tersebut hanya terdapat 2 siswa yang mendapatkan nilai dibawah batas ketuntasan minimal, sehingga prosentasi siswa yang telah tuntas adalah 92,85 %.

4    Refleksi
Dari hasil evaluasi yang diberikan selama 1 jam pelajaran atau 40 menit tenyata 26 siswa telah mampu mendapatkan nilai di atas batas ketuntasan minimal namun masih terlihat kesalahan yang dibuat oleh siswa dikarenakan faktor kekurang telitian siswa dalam bekerja.
Masalah skill dan kecermatan dalam mengambil langkah pengerjaan masih perlu ditingkatkan agar penguaasaan materi bilangan bulat dapat lebih baik lagi.
Keaktifan dari siswa secara keseluruhan telah sesuai yang diharapkan oleh peneliti karena dalam mengerjakan lembar kerja secara kelompok ini 99 % telah aktif dalam pembahasan lembar kerja yang diberikan.
D    Deskripsi Antar Siklus.
Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan mulai pemantauan keadaan awal hingga pelaksanaan tindakan pada siklus II maka dapat digambarkan seperti dibawah :
No    Indikator    Persentasi yang dicapai
        Awal    Siklus I    Siklus II
1    Siswa dapat menyatakan Sifat – Sifat bilangan bulat    53,57 %    71,43 %    96,43 %
2    Siswa dapat menggunakan sifat – sifat bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah        67,85 %    89,29 %
3    Siswa dapat menyelesaikan Persamaan logaritma sederhana            92,85 %


E    Pembahasan dan Kesimpulan
Dari tabel antar siklus diatas tampak adanya hasil dari masing – masing indikator yang harus dikuasai siswa setelah diberi tindakan mengalami peningkatan yang sangat luar biasa. Peningkatan hasil penguasaan materi bilangan bulat ini bila dilihat dari tindakan yang dilakukan telah sesuai dengan pendapat Vygotsky, aktivitas kalaboratif (perpaduan) di antara anak-anak akan mendukung dan membantu dalam pertumbuhan mereka, karena anak-anak yang seusia lebih senang bekerja dengan orang yang satu zone (zone of proximal development, zpd) dengan yang lain, artinya proses muncul ketika ada ketertarikan antar sesama anggota kelompok yang seusia. Jika anak nyaman dalam belajarnya maka akan diperoleh hasil belajar yang baik. Dalam hal ini sebagian besar aktivitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pembelajaran, berdiskusi untuk memecahkan masalah atau tugas. Dengan interaksi yang efektif dimungkinkan semua anggota kelompok dapat menguasai materi pada tingkat setara.








BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan.
Dari penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan pada siswa kelas VII program les sore MTs.Andalusia Dolok Maraja ini , maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.    Dengan membawa siswa aktif dalam pembelajaran akan dapat meningkatkan penguasaan materi Bilangan bulat dari siswa yang bersangkutan.
2.    Pembelajaran aktif merupakan strategi yang efektif untuk menyampaikan materi bilangan bulat bagi siswa program les sore.
3.    Pembelajaran dalam kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan penguasaan  materi matematika dari siswa , selain itu dengan kelompok kecil ini  kerjasama diantara siswa dapat tercipta dengan lebih baik.
4.    Penggunaan lembar kerja untuk membawa siswa agar aktif dalam belajar merupakan langkah yang efektif  bagi siswa yang mengambil program les sore karena siswa dapat bersosialisai dan saling tukar informasi dan ide atau langkah – langkah kerja untuk menyelesaikan suatu masalah dengan teman sebayanya, hal ini sesuai dengan pendapat dari Vygotsky , aktivitas kalaboratif (perpaduan) di antara anak-anak akan mendukung dan membantu dalam pertumbuhan mereka, karena anak-anak yang seusia lebih senang bekerja dengan orang yang satu zone (zone of proximal development, zpd) dengan yang lain, artinya proses muncul ketika ada ketertarikan antar sesama anggota kelompok yang seusia
B.    Saran.
Setelah mengadakan penelitian tindakan kelas pada siswa program les sore ini maka disarankan pada :
1.    Guru dalam mengajar perlu memperhatikan paradigma- paradigma baru sehingga dalam mengajar tidak monoton.
2.    Guru perlu merancang pembelajaran dengan sebaik-baiknya dengan menggunkan strategi yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi siswa yang akan diberi pelajaran.
3.    Guru dalam mengajar perlu menjadikan siswa sebagai jiwa dengan  potensi yang lebih , sehingga guru cukup sebagai fasilitator agar siswa dapat mengembangkan kemampuannya dengan sebaik-baiknya.
4.    Guru perlu mencari strategi yang efektif untuk mengajarkan materi tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dari siswa dan materi yang akan diajarkan.

DAFTAR PUSTAKA


Daniel Muijs dan David Reynolds 2008. EffectiveTteaching Teori dan Aplikasi ( Edisi ke -2 ) Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Russeffendi 1988. Pengantar kepada membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung : Tarsito

Nana Sudjana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Andi Hakim Nasution. 1982. Landasan Matematika. Jakarta : Bharata Karya Aksara.

Gagne, Robert M and Leslie J. Briggs, 1978. Principles of Instructional Design. 2nd Ed, New York : Holt Rinehart and Winstons.

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani, 2007, Strategi PembelajaranAktif, CTSD,IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

        Sekolah    :    MTs,swasta Andalusia
                Mata Pelajaran    :    Matematika
                Kelas     :        VII (Tujuh)
                Semester    :    1 (Satu)

Standar Kompetensi    :BILANGAN   
            1.    Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar        :    1.1.    Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan.
Indikator        :
•    Memberikan contoh bilangan bulat.
•    Menentukan letak bilangan  bulat dalam garis bilangan.
•    Melakukan operasi penjumlah-an, pengurang-an, perkalian, dan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran.
•    Menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat.
•    Menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat.
•    Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan: bilangan pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan permil.
•    Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.
•    Mengurut-kan pecahan.
•    Menyelesai-kan operasi hitung: penjumla-han, pengurang-an, perkalian, pembagian, dan pangkat bilangan  pecahan dan bilangan desimal.
•    Menuliskan bilangan pecahan bentuk baku.
•    Menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal.
Alokasi Waktu        :    13 jam pelajaran (7 pertemuan).
A.     Tujuan Pembelajaran
-    Pertemuan Pertama :
o    Peserta didik dapat memberikan contoh bilangan bulat.
o    Peserta didik dapat menentukan letak bilangan  bulat dalam garis bilangan.
-    Pertemuan Kedua :
o    Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran.
o    Peserta didik dapat menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat.
-    Pertemuan Ketiga  :
o    Peserta didik dapat menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat.
-    Pertemuan Empat  :
o    Peserta didik dapat mengerjakan soal-soal pada ulangan harian dengan baik berkaitan dengan materi mengenai bilangan negatif, cara menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan, dan membagi bilangan bulat, menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat, dan menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat secara Disiplin ( Discipline )
-    Pertemuan Kelima:
o    Peserta didik dapat memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan: bilangan pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan permil.
o    Peserta didik dapat mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.
o    Peserta didik dapat mengurutkan pecahan.
-    Pertemuan dan Keenam:
o    Peserta didik dapat menyelesaikan operasi hitung: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan pangkat bilangan  pecahan dan bilangan desimal.
o    Peserta didik dapat menuliskan bilangan pecahan bentuk baku.
o    Peserta didik dapat menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal.
-    Pertemuan Ketujuh :
o    Peserta didik dapat mengerjakan soal-soal pada ulangan harian dengan baik berkaitan dengan materi mengenai pecahan biasa dan campuran, pecahan yang senilai, mengurutkan pecahan, mengubah pecahan biasa menjadi  pecahan campuran dan sebaliknya, persen, permil, bilangan desimal, menyelesaikan operasi hitung pecahan, bilangan desimal, dan perpangkatan pecahan, menuliskan bilangan pecahan bentuk baku, dan menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal

    Karakter siswa yang diharapkan :     Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
B.    Materi Ajar   
Bilangan Bulat, yaitu mengenai:
a.    Mengenal  bilangan negatif.
b.    Menjumlah, mengurang, mengali, dan membagi bilangan bulat.
c.    Menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat
d.    Menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat.
e.    Mengingat  bilangan pecahan.
f.    Mengenal pecahan biasa dan campuran.
g.    Mengenal pecahan yang senilai.
h.    Mengurutkan pecahan.
i.    Mengubah pecahan biasa menjadi  pecahan campuran dan sebaliknya.
j.    Mengenal persen dan permil dan bilangan desimal.
k.    Menyelesaikan operasi hitung pecahan dan bilangan desimal.
l.    Menyelesaikan perpangkatan pecahan.
m.    Menuliskan bilangan pecahan bentuk baku.
n.    Menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal.


Bilangan bulat adalah :
Bilangan terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, ...) dan negatifnya (-1, -2, -3, ...; -0 adalah sama dengan 0 dan tidak dimasukkan lagi secara terpisah). Bilangan bulat dapat dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan.
Himpunan semua bilangan bulat dalam matematika dilambangkan dengan Z (atau  ), berasal dari Zahlen (bahasa Jerman untuk "bilangan").
Himpunan Z tertutup di bawah operasi penambahan dan perkalian. Artinya, jumlah dan hasil kali dua bilangan bulat juga bilangan bulat. Namun berbeda dengan bilangan asli, Z juga tertutup di bawah operasi pengurangan. Hasil pembagian dua bilangan bulat belum tentu bilangan bulat pula, karena itu Z tidak tertutup di bawah pembagian.
    Penambahan    Perkalian
closure:
a + b   adalah bilangan bulat    a × b   adalah bilangan bulat
Asosiativitas:
a + (b + c)  =  (a + b) + c    a × (b × c)  =  (a × b) × c
Komutativitas:
a + b  =  b + a    a × b  =  b × a
Eksistensi unsur identitas:
a + 0  =  a    a × 1  =  a
Eksistensi unsur invers:
a + (−a)  =  0   
Distribusivitas:
a × (b + c)  =  (a × b) + (a × c)
Tidak ada pembagi nol:
    jika a × b = 0, maka a = 0 atau b = 0 (atau keduanya)

1. Mengenal  bilangan negatif
            Operasi penjumlahan bilangan bulat negatif merupakan salah satu materi yang sulit di kuasai oleh siswa, padahal materi ini merupakan prasyarat beberapa pokok bahasan di tingkat selanjutnya. Konsep penjumlahan bilangan bulat negatif merupakan konsep dasar yang harus dikuasai siswa. Namun meskipun materi ini sudah diajarkan sejak SD, ternyata di tingkat SMP masih banyak yang belum menguasainya.
Bahkan di tingkat SMA masih ada saja yang bingung menghadapi masalah penjumlahan bilangan negatif ini. Saya pernah bertanya pada siswa berapa hasil -7 + 4, ternyata lebih dari separo bagian siswa di kelas menjawab salah, kesalahan terbanyak adalah siswa menjawab -11.
Kali ini akan saya ceritakan pengalaman saya mengajar anak SD dan SMP dengan metode yang kita pinjam dari pelajaran IPA yaitu muatan listrik. Kita tahu bahwa muatan listrik positif bertemu dengan negatif akan menjadi netral atau bisa dikatakan nol. Ini kita jadikan kesepakatan yang paling utama. Jadi kalau -4 bertemu +4 akan jadi nol.
Begini jelasnya, misalnya kita akan menghitung 6 – 7 , berarti positif 6 bertemu negatif 6 hasilnya nol, sisanya masih negatif 1, artinya hasilnya -1.
Perhatikan gambar berikut :

Contoh lain, -4 -3 hasilnya dapat dijelaskan dengan gambar berikut :

C.     Metode Pembelajaran
    Ceramah,
    tanya jawab,
    diskusi,
    pemberian tugas.

D.    Langkah-langkah Kegiatan
    Pertemuan Pertama
    A. Pendahuluan        :    -    Apersepsi :  Menyampaikan tujuan pembelajaran.
-    Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini.
B. Kegiatan Inti :
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Sugi dan Peserta didik dapat memberikan contoh bilangan bulat.
    Peserta didik dapat menentukan letak bilangan  bulat dalam garis bilangan
    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    memfasilitasi peserta didik Membaca teks puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal dari “Kompetensi Berkembang Melalui Latihan“ dalam buku paket  mengenai bilangan bulat (bilangan asli/bilangan bulat positif, bilangan cacah, serta bilangan kurang dari nol/bilangan bulat negatif), penentuan letak bilangan  bulat dalam garis bilangan, pengurutan bilangan bulat, dan penggunaan bilangan bulat sebagai tugas individu.
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis secara bertanggung jawab ( responsibility );
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    membantu menyelesaikan masalah;
    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
C. Kegiatan Akhir
    Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    Pertemuan Kedua
    A.Pendahuluan      :-  Apersepsi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.
                -    Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini.
            -    Membahas PR.
    B. Kegiatan Inti :
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran, kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan ateri tersebut (Bahan: buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,    mengenai menjumlahkan bilangan bulat (dengan garis bilangan atau model koin), mengenai mengurangkan bilangan bulat (dengan garis bilangan atau model koin), mengenai mengalikan bilangan bulat, dan mengenai membagi bilangan bulat).        
    Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai cara melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan (dengan garis bilangan atau model koin), perkalian, dan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran.
    Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket pada mengenai cara menjumlahkan bilangan bulat dengan bantuan garis bilangan, mengenai cara menjumlahkan bilangan bulat dengan model koin, berturut-turut mengenai cara mengurangkan bilangan bulat dengan bantuan garis bilangan dan model koin.
    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    Peserta didik mengerjakan soal-soal dari “Cek Pemahaman“ dalam buku paket berturut-turut mengenai penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan dan model koin, dan  berturut-turut mengenai pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan dan model koin.
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal dari “Kompetensi Berkembang Melalui Latihan“ dalam buku paket mengenai penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan dan model koin, serta sifat-sifat pada operasi penjumlahan, mengenai pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan dan model koin, serta sifat-sifat pada operasi pengurangan, juga mengenai pertanyaan terbuka, operasi campuran, dan pola bilangan, mengenai perkalian bilangan bulat dan operasi pangkatnya, dan mengenai pembagian bilangan bulat dan operasi pangkatnya, kemudian peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas beberapa jawaban soal tersebut.
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal dari “Bekerja Aktif“ dalam buku paket mengenai hasil perkalian dua bilangan bulat yang bertanda sama dan berbeda tanda, mengenai sifat perkalian bilangan berpangkat pada blangan bulat, kemudian peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal tersebut.
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal  dalam buku paket.
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
    Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
C. Kegiatan Akhir
    Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

    Pertemuan Ketiga   
    A.Pendahuluan    :    -    Apersepsi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.
                -    Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini.
            -    Membahas PR.
    B. Kegiatan Inti :
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat, dan cara menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat, kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan materi tersebut (Bahan: buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,    mengenai cara menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat, dan. mengenai cara menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat dengan atau tanpa kalkulator, mengenai pemecahan masalah).        
    Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai cara menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat, dan cara menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat.   
    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    membantu menyelesaikan masalah;
    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
C. Kegiatan Akhir
    Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) dari soal-soal “Kompetensi Berkembang Melalui Latihan” dalam buku paket pada yang belum terselesaikan/dibahas di kelas, serta soal-soal dari “Evaluasi Mandiri“ dan “Portofolio“.
    Pertemuan Keempat   
    A. Pendahuluan    :    - Apersepsi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.
- Memotivasi siswa agar dapat mengerjakan soal-soal pada ulangan harian dengan baik berkaitan dengan materi mengenai bilangan negatif, cara menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan, dan membagi bilangan bulat, menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat, dan menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat.
    B. Kegiatan Inti :
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Peserta didik dapat mengerjakan soal-soal pada ulangan harian dengan baik berkaitan dengan materi mengenai bilangan negatif, cara menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan, dan membagi bilangan bulat, menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat, dan menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat..   
    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan



    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    Peserta didik diberikan lembar soal ulangan harian.
    Peserta didik diingatkan mengenai waktu pengerjaan soal ulangan harian, serta diberi peringatan bahwa ada sanksi bila peserta didik mencontek.
    Guru mengumpulkan kertas ulangan jika waktu pengerjaan soal ulangan harian telah selesai.
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    membantu menyelesaikan masalah;
    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
C. Kegiatan Akhir
    Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    Peserta didik diingatkan untuk mempelajari materi berikutnya, yaitu tentang bilangan pecahan.
    Pertemuan Kelima   
    A. Pendahuluan    :    -    Apersepsi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.
                -    Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini.
    B. Kegiatan Inti :
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan (bilangan pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan permil), cara mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain, dan cara mengurutkan pecahan, kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan materi tersebut (Bahan: buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,    mengenai mengingat bilangan pecahan, mengenai mengenal pecahan biasa dan campuran, mengenai mengenal pecahan yang senilai, mengenai mengurutkan pecahan, mengenai mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran dan sebaliknya, mengenai mengenal persen dan permil, dan mengenai mengenal bilangan desimal).        
    Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan (bilangan pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan permil), cara mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain, dan cara mengurutkan pecahan.   
    Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket pada mengenai penulisan bilangan pecahan yang ditunjukkan oleh suatu model gambar yang diwarnai dan diraster, mengenai cara mencari pecahan yang senilai, mengenai cara menyederhanakan suatu pecahan, mengenai cara mengurutkan pecahan, mengenai cara mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran dan sebaliknya, mengenai penulisan suatu pecahan biasa ke dalam bentuk persen dan permil dan sebaliknya, dan mengenai cara mengubah pecahan biasa ke dalam bentuk desimal, cara mengurutkan beberapa bilangan desimal menggunakan garis bilangan, dan cara membulatkan bilangan desimal sampai satu dan dua tempat desimal.
    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran;
    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    Peserta didik mengerjakan soal-soal dari “Cek Pemahaman“ dalam buku paket mengenai bilangan pecahan, mengenai penulisan bilangan pecahan yang ditunjukkan oleh suatu model gambar, mengenai penentuan pecahan yang senilai, mengenai mengurutkan pecahan, mengenai mengubah pecahan biasa menjadi pecahan campuran dan sebaliknya, mengenai penulisan suatu pecahan biasa ke dalam bentuk persen dan permil dan sebaliknya, dan mengenai bilangan desimal   
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal dari “Kompetensi Berkembang Melalui Latihan“ dalam buku paket mengenai penulisan bilangan pecahan yang ditunjukkan oleh suatu model gambar yang diarsir, mengenai penentuan pecahan yang senilai, dan penyederhanaan pecahan, mengenai pengurutan pecahan, mengenai  pengubahan pecahan biasa menjadi pecahan campuran dan sebaliknya, mengenai penulisan suatu pecahan biasa ke dalam bentuk persen dan permil dan sebaliknya, dan mengenai pengubahan pecahan biasa atau campuran ke dalam bentuk desimal dan sebaliknya, pengubahan suatu bilangan desimal dalam bentuk persen, pengurutan beberapa bilangan desimal menggunakan garis bilangan, dan pembulatkn bilangan desimal sampai satu dan dua tempat desimal, kemudian peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas beberapa jawaban soal tersebut.
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal dari “Bekerja Aktif“ dalam buku paket mengenai penulisan bilangan pecahan yang ditunjukkan oleh suatu model gambar yang diwarnai/diraster, dan mengenai pengurutan pecahan, kemudian peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal tersebut.
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal  dalam buku paket.
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    membantu menyelesaikan masalah;
    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
C. Kegiatan Akhir
    Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    Pertemuan Keenam   
    A. Pendahuluan    :    -    Apersepsi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.
                -    Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini.
    B. Kegiatan Inti :
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menyelesaikan operasi hitung: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan pangkat bilangan  pecahan dan bilangan desimal, cara menuliskan bilangan pecahan bentuk baku, serta cara menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal, kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan materi tersebut (Bahan: buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,    mengenai cara menyelesaikan operasi hitung: penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan pecahan, mengenai cara menyelesaikan operasi hitung: penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan desimal, mengenai cara menyelesaikan perpangkatan pecahan, mengenai cara menuliskan bilangan pecahan bentuk baku, serta mengenai cara menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal).        
    Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai cara menyelesaikan operasi hitung: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan pangkat bilangan  pecahan dan bilangan desimal, cara menuliskan bilangan pecahan bentuk baku, serta cara menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal.   
    Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket pada mengenai cara menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan pecahan, mengenai cara menyelesaikan perkalian pecahan, mengenai cara menyelesaikan pembagian pecahan, mengenai cara menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan bilangan desimal, mengenai cara menyelesaikan perkalian dan pembagian bilangan desimal, mengenai cara menuliskan bilangan desimal ke dalam bentuk baku, mengenai cara menaksir hasil operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, mengenai cara menaksir hasil operasi perkalian dan pembagian pecahan, mengenai cara menaksir hasil operasi penjumlahan desimal, dan mengenai cara menaksir hasil operasi perkalian dan pembagian desimal.
    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal dari “Kompetensi Berkembang Melalui Latihan“ dalam buku paket mengenai penjumlahan dan pengurangan pecahan, mengenai perkalian dan pembagian pecahan, mengenai pemecahan masalah, mengenai penjumlahan dan pengurangan desimal, mengenai perkalian dan pembagian bilangan desimal, mengenai perpangkatan pecahan atau desimalmengenai penulisan bilangan desimal ke dalam bentuk baku, mengenai penaksiran hasil operasi penjumlahan,  pengurangan, perkalian, dan pembagian pada pecahan dan desimal.   
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal dari “Bekerja Aktif“ dalam buku paket mengenai perkalian pecahan.   
    Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
    Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
C. Kegiatan Akhir
    Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    Pertemuan Ketujuh.   
    A. Pendahuluan    :    - Apersepsi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.
- Memotivasi siswa agar dapat mengerjakan soal-soal pada ulangan harian dengan baik berkaitan dengan materi mengenai pecahan biasa dan campuran, pecahan yang senilai, mengurutkan pecahan, mengubah pecahan biasa menjadi  pecahan campuran dan sebaliknya, persen, permil, bilangan desimal, menyelesaikan operasi hitung pecahan, bilangan desimal, dan perpangkatan pecahan, menuliskan bilangan pecahan bentuk baku, dan menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal.
    B. Kegiatan Inti :
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara Peserta didik diminta untuk menyiapkan kertas ulangan dan peralatan tulis secukupnya di atas meja karena akan diadakan ulangan harian.
    Peserta didik diberikan lembar soal ulangan harian.
    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    Peserta didik diingatkan mengenai waktu pengerjaan soal ulangan harian, serta diberi peringatan bahwa ada sanksi bila peserta didik mencontek.
    Guru mengumpulkan kertas ulangan jika waktu pengerjaan soal ulangan harian telah selesai.
    Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
    Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
C. Kegiatan Akhir
    Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
E.     Alat dan Sumber Belajar
Sumber :   
-    Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1
-    Buku referensi lain.
Alat :
-    Laptop







F.     Penilaian Hasil Belajar   
Indikator Pencapaian Kompetensi    Penilaian
    Teknik Penilaian    Bentuk Instrumen    Instrumen/ Soal
•    Memberikan contoh bilangan bulat.

•    Menentukan letak bilangan  bulat dalam garis bilangan.

•    Melakukan operasi penjumlah-an, pengurang-an, perkalian, dan pembagian bilangan bulat termasuk operasi campuran.

•    Menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat.

•    Menghitung kuadrat dan pangkat tiga serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga bilangan bulat.

•    Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan: bilangan pecahan biasa, campuran, desimal, persen, dan permil.

•    Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.

•    Mengurut-kan pecahan.

•    Menyelesai-kan operasi hitung: penjumla-han, pengurang-an, perkalian, pembagian, dan pangkat bilangan  pecahan dan bilangan desimal.

•    Menuliskan bilangan pecahan bentuk baku.

•    Menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal.    Tes tertulis    Tes uraian    1.      Perhatikan daftar berikut: -60, 10, 15, 24, +85, -6, 0, 3.
          a. Tulislah bilangan bulat
             positifnya.
          b. Tulislah bilangan bulat
             negatifnya.
          c.  Manakah yang bukan
              bilangan bulat positif
              maupun negatif.
2.       Letakkan bilangan-bilangan berikut dalam sebuah garis bilangan.
          a.  -6, 5, -8, 0, 1
          b.  -1, -2, 3, 4, 10
3.         Hitunglah.
           a.  4 + (-6)
           b.  -14 – (-20)
           c.  3 x (-7 + 10)
           d.  18 : (-3)
4.        Hitunglah.
          a.  Kuadrat dari (-20)
          b.  
          c.  
          d. 
5.        Dalam suatu permainan, bila menang diberi nilai 3, bila kalah diberi nilai -2, dan bila seri diberi nilai -1. Suatu regu telah bermain sebanyak 47 kali, 21 menang, dan 3 kali seri. Nilai yang diperoleh regu itu adalah ....
6.        Sederhanakanlah bentuk perkalian 3  3  3  5  5  5 menjadi bentuk pangkat tiga, kemudian hitunglah.
7.        Tulislah   sebagai pecahan
         biasa.
8.        Tulislah   sebagai pecahan campuran.
9.        Tulislah    dalam persen dan permil.
10.    Urutkan pecahan-pecahan berikut dari yang terkecil.
           a.   
           b.  
11.    Ubahlah pecahan    dalam bentuk desimal.
12.        Hitunglah:
            a.    
            b.    
            c.    16,7 + 4,25
            d.    5,8 – 4,37
            e.     
13.        Tulislah dalam bentuk baku.
            a.    0,00000007201
           b.   25,6 
14.        Taksirlah.
           a.   
          b.   
           c.   1,39 + 0,69
           d.   72,3 : 8,7 
15.    Jika  , berapakah      nilai  ?
16.        Berapakah 9 + 18 : 4,5 ?
              a.   6            c. 31,5
           b.  13           d. 36
   

            Mengetahui,
Kepala MTs.s.Andalusia


SUPRATMAN, S.Ag
               NIP: -        Dolok Maraja,  Juli  2011
Guru Mapel Matematika.


M . ZAINI, S.Pd
NIP: 196706152005011006


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

        Sekolah    :    MTs,swasta Andalusia
                Mata Pelajaran    :    Matematika
                Kelas     :        VII (Tujuh)
                Semester    :    1 (Satu)
Standar Kompetensi    : BILANGAN   
             1.  Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar        :1.2.  Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah.
Indikator        :
•    Menemukan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pada bilangan bulat.
•    Menggunakan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pangkat dan akar pada operasi campuran  bilangan bulat
•    Menggunakan sifat-sifat operasi  bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
•    Menggunakan sifat-sifat operasi hitung tambah, kurang, kali, atau bagi dengan melibatkan pecahan serta mengaitkannya dalam kejadian sehari-hari.
Alokasi Waktu        : 9 jam pelajaran (4 pertemuan).
A.     Tujuan Pembelajaran
-    Pertemuan Pertama. Kedua. Ketiga  dan keempat :
o    Peserta didik dapat menemukan dan menggunakan sifat-sifat operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian pada bilangan bulat dan pecahan untuk menyelesaikan masalah. Dengan cara yang bertanggung jawab ( responsibility )
    Karakter siswa yang diharapkan :     Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )

B.    Materi Ajar   
    Bilangan Bulat dan Bilangan Pecahan.
Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, ...) dan negatifnya (-1, -2, -3, ...; -0 adalah sama dengan 0 dan tidak dimasukkan lagi secara terpisah). Bilangan bulat dapat dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan.
Himpunan semua bilangan bulat dalam matematika dilambangkan dengan Z (atau  ), berasal dari Zahlen (bahasa Jerman untuk "bilangan").
Himpunan Z tertutup di bawah operasi penambahan dan perkalian. Artinya, jumlah dan hasil kali dua bilangan bulat juga bilangan bulat. Namun berbeda dengan bilangan asli, Z juga tertutup di bawah operasi pengurangan. Hasil pembagian dua bilangan bulat belum tentu bilangan bulat pula, karena itu Z tidak tertutup di bawah pembagian.
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif, yaitu {0, 1, 2, 3 ...}. Dengan kata lain himpunan bilangan asli ditambah 0.Jadi, bilangan cacah harus bertanda positif
C.     Metode Pembelajaran
    Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemberian tugas.
D.    Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama. Kedua. Ketiga  dan keempat :
    A. Pendahuluan    -    Apersepsi : Menyampaikan tujuan pembelajaran.
                -    Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini.
    B. Kegiatan Inti :
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber, secara tekun
    Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai penemuan dan penggunaan sifat-sifat operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian pada bilangan bulat dan pecahan untuk menyelesaikan masalah, kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan materi tersebut (Bahan: buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,    mengenai menemukan sifat pada operasi penjumlahan bilangan bulat mengenai menemukan sifat pada operasi pengurangan bilangan bulat, mengenai menemukan sifat pada operasi perkalian bilangan bulat. mengenai memecahkan masalah, dan mengenai menyelesaikan operasi hitung pecahan dan bilangan desimal, menyelesaikan perpangkatan pecahan, menuliskan bilangan pecahan bentuk baku, menaksir hasil operasi hitung pecahan dan bilangan desimal).        
    Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai penemuan dan penggunaan sifat-sifat operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian pada bilangan bulat dan pecahan untuk menyelesaikan masalah.menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran secara bertanggung jawab.
    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    memfasilitasi peserta didik Membaca teks puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    Peserta didik mengerjakan beberapa soal dari “Kompetensi Berkembang Melalui Latihan“ dalam buku mengenai menemukan sifat pada operasi penjumlahan bilangan bulat, mengenai menemukan sifat pada operasi pengurangan bilangan bulat, mengenai menemukan sifat pada operasi perkalian bilangan bulat, mengenai memecahkan masalah, serta, kemudian peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas beberapa jawaban soal tersebut.

    Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    membantu menyelesaikan masalah;
    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
C. Kegiatan Akhir
    Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    Peserta didik diingatkan untuk mempelajari materi berikutnya, yaitu tentang aljabar dan aritmetika sosial.    
E.     Alat dan Sumber Belajar
Sumber :   
-    Buku paket, yaitu buku Matematika Kelas VII Semester 1,   
-    Buku referensi lain.
Alat :
-    Laptop


    F.    Penilaian Hasil Belajar       
Indikator Pencapaian Kompetensi    Penilaian
    Teknik Penilaian    Bentuk Instrumen    Instrumen/ Soal
•    Menemukan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pada bilangan bulat.
•    Menggunakan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pangkat dan akar pada operasi campuran  bilangan bulat
•    Menggunakan sifat-sifat operasi  bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
•    Menggunakan sifat-sifat operasi hitung tambah, kurang, kali, atau bagi dengan melibatkan pecahan serta mengaitkannya dalam kejadian sehari-hari.
    Tes tertulis    Uraian    Isilah titik-titik berikut ini
1.    a. 9 + 6 =  ....
     b. 6 + 9 = ....
   Jadi 9 + 6 = .....+ .....
Apa yang dapat kamu simpulkan.
2.    a. 3 x (5 x 4) = ....
     b. (3 x 5) x 4 = ...
   Jadi 3 x (5 x 4) = (...x...) x ...
3.    Apa yang dapat kamu simpulkan Hasil dari:
 = ....
4.    Pada hari Sabtu sugi memberi kelereng pada nugie sebanyak 25 butir dan kepada Yudha 17 butir. Hari Minggu sugi memberi kelereng kepada daryono sebanyak 13 butir. Berapakah banyak semua kelereng yang diberikan Candra kepada nugie, asep, dan daryono ?
5.    Dalam sebuah karung beras ada 25 kg beras yang akan dibagikan kepada 10 orang. Berapa kg beras bagian dari masing-masing orang tersebut?
   
ANALISIS PENCAPAIAN KETUNTASAN BELAJAR PESERTA DIDIK PER KD


No

                       
Nama Siswa                   

                               
         KKM                           Pencapaian Ketuntasan Belajar Peserta Didik/KD
        SK 1    SK 2    SK 3
        KD    KD    KD
        1.1    1.2    dst    2.1    2.2    dst    3.1    3.2    dst
        …..    …..    …..    …..    …..    …..    …..    …..    …..
1                                       
2                                       
3                                       
4                                       
5                                       
dst                                       
    Rata-rata                                   
    Ketuntasan belajar (dalam %)                                   
Frekwensi   
jml siswa    ≤  49                                   
    50-74                                   
    75-100                                   
    ≥ KKM sekolah                                   


            Mengetahui,
Kepala MTs.s.Andalusia


SUPRATMAN, S.Ag
               NIP: -        Dolok Maraja,  Juli  2011
Guru Mapel Matematika.


M . ZAINI, S.Pd
NIP: 196706152005011006







NILAI HASIL POST TEST DARI KONDISI AWAL HINGGA SIKLUS II
KELAS VII MTs ANDALUSIA DOLOK MARAJA
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

NO    NIS     NAMA    AWAL    SIKLUS    SIKLUS
                I    II
1    19145    AISA RAHMAWATI    67    75    80
2    19146    AISYA FIKRITAMA ADITYA    80    83    85
3    19147    AMANDA KIRARA RAHAYU    52    54    73
4    19148    ANDRE SYAH WICAKSANA    50    57    57
5    19149    ANNA WAHIDATI RAHMA    64    67    75
6    19150    ARIZA FAUZI    90    92    97
7    19151    DANANG PRIMAADI W.    79    82    90
8    19152    DANISH DAVINA SEKAR L.    77    78    87
9    19153    DARUMAS NUR AKBARI PK     68    75    81
10    19154    DESI DWI HARJANI    86    87    88
11    19155    DYAH MUSTIKANINGTYAS    67    68    79
12    19156    FAISAL HAFIDH    64    69    74
13    19157    FAIZAH NIA ERNAWATI    49    55    74
14    19158    HERLIENA DYAH I.    87    89    95
15    19159    KURNIA HARI KUSUMA    79    82    90
16    19160    LANANG SUKMA AJI    91    92    99
17    19161    LIA DWI NUR FITRI ASTUTI    84    87    90
18    19162    MARATUSSHOLIKHAH N.    65    68    79
19    19163    NITA RISKANINGTYAS A.    76    80    83
20    19164    OVI ANNISA QURROTU A.    78    81    86
21    19165    QUEEN ANALISA S.    52    66    76
22    19166    RIDHA AMELIA    67    73    80
23    19167    RISYA YOGA SURYAWAN    78    83    87
24    19168    SHAFIRA FITRIASTUTI R.    84    85    89
25    19169    SINTIN KHOTIJAH P    82    87    94
26    19170    TAUFIK ILHAM    81    85    90
27    19171    USWATUN HASANAH    65    77    85
28    19172    VICKY ELITA PUDI A.    56    57    58
JUMLAH NILAI    2018    2134    2321
NILAI RATA-RATA    72,07    76,21    82,89
NILAI MAKSIMUM    91,00    92,00    99,00
NILAI MINIMUM    49,00    54,00    57,00
JUMLAH ANAK YANG TUNTAS    15    19    26
PROSENTASE KETUNTASAN    53,57%    67,86%    92,86%

NILAI HASIL  PERKEMBANGAN PENGUASAN KOMPETENSI DASAR
KELAS VII MTs ANDALUSIA DOLOK MARAJA
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
NO    NIS     NAMA    KD 1    KD 1    KD 2
            Siklus 1    Siklus 2    Siklus 2
1    19145    AISA RAHMAWATI    74    75    80
2    19146    AISYA FIKRITAMA ADITYA    80    83    85
3    19147    AMANDA KIRARA RAHAYU    60    76    73
4    19148    ANDREW SYAH W.    50    72    57
5    19149    ANNA WAHIDATI RAHMA    76    78    75
6    19150    ARIZA FAUZI    90    92    97
7    19151    DANANG PRIMAADI W.    79    82    90
8    19152    DANISH DAVINA SEKAR L.    77    78    87
9    19153    DARUMAS NUR AKBARI PK     68    75    81
10    19154    DESI DWI HARJANI    86    87    88
11    19155    DYAH MUSTIKANINGTYAS    67    76    79
12    19156    FAISAL HAFIDH    79    75    74
13    19157    FAIZAH NIA ERNAWATI    60    76    74
14    19158    HERLIENA DYAH I.    87    89    95
15    19159    KURNIA HARI KUSUMA    79    82    90
16    19160    LANANG SUKMA AJI    91    92    99
17    19161    LIA DWI NUR FITRI ASTUTI    84    87    90
18    19162    MARATUSSHOLIKHAH N.    75    78    79
19    19163    NITA RISKANINGTYAS A.    76    80    83
20    19164    OVI ANNISA QURROTU A.    78    81    86
21    19165    QUEEN ANALISA S.    74    77    76
22    19166    RIDHA AMELIA    67    73    80
23    19167    RISYA YOGA SURYAWAN    78    83    87
24    19168    SHAFIRA FITRIASTUTI R.    84    85    89
25    19169    SINTIN KHOTIJAH P    82    87    94
26    19170    TAUFIK ILHAM    81    85    90
27    19171    USWATUN HASANAH    65    77    85
28    19172    VICKY ELITA PUDI A.    56    60    58
JUMLAH NILAI    2103    2241    2321
NILAI RATA-RATA    75,11    80,04    82,89
NILAI MAKSIMUM    91,00    92,00    99,00
NILAI MINIMUM    50,00    60,00    57,00
JUMLAH ANAK YANG TUNTAS    20    27    26
PROSENTASE KETUNTASAN    71,43%    96,43 %    92,86 %



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar